Senin, 17 Juni 2013

Cara membuat Nomer pada halaman Ms.Word

Assalamualaikum wr.wb
Dalam membuat sebuah skripsi, makalah atau buku biasanya pada bagian awal selalu diawali dengan daftar pustaka, kata pengantar dll. Jika kita melihat sistem penomoran pada bagian itu ternyata berbeda dengan bagian isinya. Pada bagian awal tersebut biasanya menggunakan sistem penomoran dengan huruf romawi kecil, sedangkan pada bagian isi selalu menggunakan penomoran angka biasa.

Untuk mengatasi perbedaan format pada penomoran tersebut biasanya kita harus membuat dua buah file yaitu untuk bagian awal dan bagian isi dengan format penomoran yang berbeda. Namun ternyata sistem penomoran pada MS word sebenarnya bisa kita buat jadi dua format berbeda dalam satu file saja. Dengan begitu kita tidak harus terepotkan dengan pembuatan dua file yang berbeda dan tentunya lebih praktis.

Anda ingin mencobanya? Berikut ini tutorial bagaimana cara untuk membuat format penomoran yang berbeda pada satu file yang sama. Untuk prakteknya kita asumsikan akan membuat sebuah file namun pada halaman pertama dan kedua menggunakan sistem penomoran romawi kecil dan untuk halaman selanjutnya menggunakan penomoran biasa. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Ketiklah sebuah naskah, artikel atau yang lainnya sesuka Anda. Usahakan buatlah sampai 4 halaman.

2. Karena kita ingin membuat penomoran romawi pada halaman 1 dan 2 maka langkah pertama klik Tab Insert à Page Number. Pilihlah letak yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Word1

3. Maka pada halaman akan muncul nomor yang kita sisipkan tersebut. Untuk mengubah sistem penomoran menjadi romawi maka klik Insert à Page Number à Format Page Number, kemudian pilihlah huruf romawi dan OK.

Word2

4. Hasil terakhir semua halaman menggunakan penomoran huruf romawi kecil.

5. Untuk membuat halaman ke-3 dan seterusnya menggunakan sistem penomoran angka biasa, langkah selanjutnya adalah letakkan dulu kursor pada halaman 3, kemudian klik Tab Page Layout à Breaks, pilih Next Page.

Word4

6. Pada halaman 3 tersebut klik ganda pada page number/footer. Klik Tab header dan Footer Tool yang muncul, kemudian nonaktifkan Link to previous.

Word5

7. Hapus nomor halaman tersebut, kemudian pada ribbon design, group menu Header & Footer klik page number. Dan pilih format page numbers.

8. Pada number format ubah i,ii,iii,…. Menjadi 1,2,3,… kemudian pada pilihan start at pilih 1 dan klik OK.

Word6

9. Sampai disini sudah berubah, yaitu halaman pertama dan kedua menggunakan format nomor halaman menggunakan angka romawi kecil sedangkan pada halaman ke-3 dan seterusnya menggunakan nomor halaman angka standart.

10. Untuk pengaturan letak halaman pada prinsipnya menggunakan cara yang sama yaitu menghilangkan fungsi link to previous dan start at pilih secara manual halaman yang anda butuhkan.

Setelah pengaturan diatas, maka dalam satu file nomor halaman berbeda-beda formatnya, ada nomor halaman dengan format angka romawi i,ii,iii,… dan ada juga nomor halaman yang menggunakan angka standart / Arabic 1,2,3,…

Semoga bermanfaat....

Minggu, 16 Juni 2013

Ka Wisata Bali

SALAM PECINTA KERETA API INDONESIA

Hay kawan kawan maupun sobat blogger kali ini saya akan memberikan info tentang kereta wisata ini. Menurut saya kereta wisata memberikan pengalaman yang berbeda. Selain pemandangan cantik, Anda akan dimanjakan dengan kemewahan sofa empuk, makanan yang lezat, dan juga senyum ramah pramugari kereta. Ini cara memesan kereta wisata!

Mungkin, banyak yang belum tahu tentang kereta wisata. Kereta wisata ini adalah suatu gerbong yang disulap dengan segala fasilitas mewah. Pelayanan memuaskan pun menjadi jaminannya. Rasanya duduk di sofa sambil menatap sawah-sawah dan hutan hijau dari dalam kereta ini, akan terasa menyenangkan.

 Untuk fasilitasnya, ketiga kereta wisata ini memiliki perbedaan dan nuansa khas Indonesia masing-masing. Untuk di Nusantara, terdapat ruang tidur untuk dua orang, sofa dan tempat duduk empuk untuk 19 orang, meja besar untuk ruang meeting, mini bar, dan toilet yang bersih.

Bali hampir sama dengan Nusantara, bedanya hanya tidak memiliki tempat tidur. Sedangkan Toraja, bangkunya bukan sofa melainkan 16 reclining seat yang tetap empuk dan nyaman. Persamaannya, semua kereta wisata memiliki fasilitas karaoke!

"Masing-masing kereta punya nuansa yang beda. Nusantara punya lukisan atau interior khas daerah-daerah di Indonesia, di kereta wisata Bali banyak lukisan-lukisan khas Bali, sedangkan di Toraja didominasi oleh warna cokelat," ujar Adi Suryatmini.

Berapa harga untuk menyewa kereta wisata ini? Harganya ditentukan tergantung rute. Beberapa tujuan kereta wisata ini adalah berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir), Surabaya (Pasar Turi dan Pasar Gubeng), Bandung (Stasiun Bandung) menuju Cirebon, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya, Purwokerto, Malang, Banyuwangi, Madiun, Pekalongan, dan Semarang.

"Dari jakarta paling murah ke Cirebon atau Bandung, sekitar Rp 13,5 juta sekali jalan dan paling jauh itu ke Malang sekitar Rp 28 juta," lanjut perempuan berjilbab ini menjelaskan.



 Begitulah info yg baru saya dapat semoga bermanfaat :D